Kode Produksi Tas

September 13th, 2011

sumber:

 http://lifestyle.kompasiana.com/catatan/…

Mr.Budi W salah satu tour leader top yang sering jalan ke eropa dan punya pengetahuan segubrak…salut dech baca tulisan tulisan beliau..

Karena saya setuju sama mas Budi bahwa banyak orang Indonesia tergila gila ama branded item termasuk LV  ini maka tidak ada salahnya sharing cerita salah satu hal yang harus dipelajari kalo mau beli barang bermerek.

Kebanyakan orang beli barang bermerek hanya untuk gaya atau ikut ikutan tanpa jadi pembeli sejati alias mempelajari dulu apa yang mereka beli akhirnya jadi mudah ketipu ama barang palsu atau kawe. Makannya saya suka nahan ketawa sama yang jualan/pamer barang bermerek harganya cuma ratusan ribu/jutaan karena barang asli harganya rata rata dalam hitungan puluhan juta dan ratusan juta…

Makin ketawa kalo tahu yang pamer barang bermerek itu keluarganya penghasilannya dari mana apalagi kalo pegawai negeri karena level teratasnya aja kalo itungan gaji asli enggak mungkin banget beli LV atau barang mahal lainnya dan mas budi juga pernah cerita ketika seorang ibu tanya keren kagak dia pake LV.. mas budi tanya merek mobilnya ..karena hanya mereka yang punya mobil sport bisa bangga pake tas LV kalo cuma naik mobil biasa orang mikir itu tas palsu/kawe.

Dinegara bule hanya yang super kaya beli barang bermerek untuk yang kaya atau orang biasa mikir dua kali karena mereka milih investasi agar saat tua dan sudah tidak bekerja bisa nikmatin hidup dengan tenang. Atau membeli barang barang yang berguna dan menghasilkan sesuatu.

Seorang teman cerita sahabatnya memajang tasnya didinding rumah dan teman lain cerita temannya memajang semua tasnya dalam lemari kaca …Kenapa ??? karena selain pamer mereka takut makenya ditempat umum karena harganya yang sangat mahal jadi hanya dipake saat tertentu saja plus alasan lain takut rusak…alamak…ngapain juga beli barang cuma dipajang bukan digunakan he he…

Kalo saya mach enggak dech beli barang harga muahalll mikir dua kali sayang uangnya dan saya menghindari beli barang palsu/kawe demi gaya doang…he he

Oh ya tulisan LV ini hanya contoh karena semua barang super mahal rata rata akan mirip aturannya kaya tas LV ini bahwa mereka enggak sembarangan buatnya dan sembarangan jualnya… jadilah pembeli yang pandai dan kritis.

Ok ini tips dan cerita dari mas Budi…

Gua ampe skarang kaga ngerti,apa yang mbikin orang Indo bisa ampe tergila2 ama LOUIS VUITTON Handbags.

Lebaran kemaren ampe gegeran dari 5 LOUIS VUITTON BOUTIQUE di PARIS Prancis, merk2 Favorit LV yang kebanyakan Monogram series ampe ludes !! Katanya diborong ama orang Indo, trutama di Butik LV Galleries Laffayette, LV Printemps Hausmann, LV Avenue Montagne n LV Champs Ellysees, edunnn !! Gua gak tau kalo LV di Saint Germain de Pres ludes juga apa ngga ??

Asal tau aja, para LV Freaks Indo pada tau, beli tas LV di EROPA jauh lebih murah, bisa selisih minimal ampe 4 juta rupiah LEBIH MURAH beli di EROPA !!! Yahh scara TOUR LEADER Eropa juga musti tau biar kaga kebeli tas LV, tapi suka banyak banget yang nanya2 ke gua, ini beberapa tips untuk bisa tau LV secara kasat mata ASLI apa ngga, peduli setan mau KW 1,2,3,4,5 kalo LV dari CORAK ato MOTIF Monogram series kek Monogram CANVAS, MULTICOLORE, EMPREINTE, VERNIS, IDYLLE, DENIM (TOUR LEADER mesti hapal, LV MONOGRAM ada 6 TYPE) n LV DAMIER (corak motif kotak2 kek PAPAN CATUR ada 2 YAITU DAMIER EBEN CANVAS n DAMIER AZUR CANVAS).

PLEASE NOTE, MOTIF n CORAK itu BEDA ama MODEL !!! Setiap Corak n warna punya model B-E-J-I-B-U-N !! Ada cara yg amat mudah diliat secara kasat mata, asli palsunya juga, tapi kalo ude masuk yang EPI LEATHER series, gua nyerah deh, ASLI PALSUNYA LV EPI LEATHER series gua mesti megang n ngecek jeroannya dulu baru bisa bilang ASLI ato KAWE.

Contoh poto di atas adalah LV MONOGRAM CANVAS WILHELM, liat corak logo LV n BINTANG, liat dari kiri ke kanan. TAS LV ASLI CORAK n LOGO LV-NYA SELALU SIMETRIS !! LV gak bakal ngeluarin produk MONOGRAM yang NGGAK SIMETRIS LOGO MONOGRAM-NYA, jarak n sela antara logo ke STRAP antara STRAP KIRI n STRAP KANAN semua sama, baik LOGO LV, BINTANG maupun BUNDERAN posisinya antara KIRI, KANAN n TENGAH jarak ke TEMPELAN KULIT STRAP semua sama n SIMETRIS !!!! Ini adalah cara pertama tuk ngenalin LV Handbags ASLI ato KAWE secara kasat mata. KALO JARAKNYA gak simetris IT MEANS tas LV elo adalah FAKE ato KAWE. Ngerti kan ??

Cara kedua untuk ngenalin tas LV asli ato palsu setelah dari segi PATTERN PLACEMENT yang SIMETRIS adalah dengan cara menghitung jumlah STITCH atau JAHITAN !!

Jumlah JAHITAN ??? Yappp bener sekali, asal lu pade tau aje yah, tas LV handbags uda di produksi sejak 1854 !! Gaya dan kualitasnya meuni fenomenal pisan, LOUIS VUITTON HANDBAGS yang dikerjakan dengan tangan amat menjaga kualitas ampe jumlah jahitannya-pun jadi perhatian serius. Jadi bisa diliat pada gambar kiri adalah LEATHER PATCH untuk SQUARE RING HANDLE dari MONOGRAM CANVAS SPEEDY, liat PATCH yang jahitannya berbentuk SEGI LIMA, jumlah STITCH sebelah KIRI n KANAN adalah sama yaitu SEBELAH KIRI n KANAN BAWAH masing2 ada 5 STITCH, KIRI n KANAN ATAS masing2 ada 4 STITCH dan atas ada 5 STITCH, lu boleh cek untuk mbuktiin semua tas LV sekarang n hitung jumlah STITCH ato JAHITAN, PASTI SISI KANAN n SISI KIRI jumlahnya adalah SAMA !!! Itulah yang membuat TAS LV bgitu FENOMENAL, kalo jumlah STITCH aja gak sama walo mirip mampus … boleh jadi tas LV elo adalah FAKE ato KAWE !!

Cara ketiga untuk bisa ngenalin LV HANDBAGS itu asli atau palsu, walo agak susah karna mesti elo cari adalah NOMOR PRODUCTION CODE !! Untuk ngecek PRODUCTION CODE elu kudu musti nyari.

Production Code ini adalah kode RAHASIA untuk kalangan internal LV sendiri untuk menghindari PEMALSUAN, elu2 pade yang TOUR LEADER EROPA destination mesti tau n hafal, placement n arti dari PRODUCTION CODE di semua LV HANDBAGS. Semua LV HANDBAGS produksiera 80-an punya PRODUCTION CODE, tapi sejak era 90-an maka smua produk LV punya keseragaman PRODUCTION CODE yaitu format 2 HURUF diikuti oleh 4 ANGKA.

LV HANDBAGS setau gua HANYA DIPRODUKSI di 5 NEGARA yaitu PRANCIS, AMERIKA, SPANYOL, ITALY n JERMAN. Tolong kasih tau gua kalo salah, mungkin aja ude apdet ada buatan CUNGKWO, KOREA ato HONGKONG tapi gua yakin LV gak ada yang dibikin di CUNGKWO, KOREA n HONGKONG kecuali yang PALSU wuakakakakaka ….. BTW ENIWE BASWE LV bakal mbuka unit produksi di INDIA, tapi hanya untuk PRODUK SEPATU doang.

Ini beberapa panduan ttg KODE dari negara mana LV HANDBAGS yang di beli adalah produksi negara mana :

France: A0, A1, A2, AA, AN, AR, AS, BA, BJ, CT, DU, ET, FL, MB, MI, NO, RA, RI, SD, SL, SN, SP, SR, TH, VI

USA: FC, FH, LA, OS, SD

Spain: CA, LO, LB, LM, LW

Italy: CE, SA

Germany: LP

TOUR LEADER EROPA mesti HAFAL ttg KODE PRODUKSI ASAL NEGARA INI, bukan sekedar buat SOTOY tapi kalo ampe peserta kita ada yang mbeli LV HANDBAGS di BUTIK2 LV kita bisa bantu meyakinkan dengan SOK YAKIN n PAKAR bahwa dengan melihat PRODUCTION CODE kita bisa nyombong n bilang begini, “Ooooohhh ini LV Monogram Damier ibu buatan Prancis, diproduksi bulan Maret taun 2009, ini keliatan kok saya liat dari KODE PRODUKSINYA….”

Nyari PRODUCTION CODE jangan suka SOTOYYY, karna gua pernah kelabakan sendiri nyari2 ini KODE gak ketemu ampe itu ibu2 mbongkar ngeluarin semua isi tasnya dihadapan orang banyak tapi tetep aja gak ketemu, minta tolng aja ama SPG LV BUTIQUE dimana lokasi PRODUCTION CODE di handbags yang mo dibeli trus baru deh elo TL bisa sotoyyy. Biasanya lokasi PRODUCTION CODE ada di belakang PATCH yang ada D-RING-nya (D-RING tu cincin berbentuk HURUP D)

Cara mbaca kodenya contoh SL 0059, ini artinya SL = BUATAN PRANCIS, angka 5 = dibuat pada minggu ke 5 (artinya BULAN FEBRUARY/JANUARY) n angka 9 = TAHUN 2009. Jadi produk LV terbaru 2011 maka formatnya akan jadi XX 0X11 karna angka 11 nandain LV HANDBAGS diproduksi taun 2011 (jadi ada 3 DIGIT ANGKA). Jadi bisa aja semua model terbaru LV HANDBAGS akan keluar production Codenya dengan format untuk contoh FL 1211 yang artinya buatan PRANCIS produksi bulan MARET taun 2011 karna angka 12 artinya MINGGU ke 12 atau dibulan MARET.

notes…  foto foto bisa liat diwebsite yach…cari sendiri di internet karena enggak sempat aku search dan untuk copy foto mas budi aku kagak ngarti caranya gatek he he…

smoga membantu yach …

Merk Tas

September 13th, 2011

LV

Hermes

Chanel

Gucci

Balenciaga

Bottega Veneta

Dior

Miu Miu

Ferragamo

Tods

Prada

Marc Jacobs

Chloe

_______

dust bag (tas pembungkus)

lap pembersih

bag organizer

double stitch benang rangkap dua dijahit dua kali

pelapis dalam suede

personal private buyer

Renovate Inovate

September 2nd, 2011

Anda harus melakukan review (tinjau ulang) dan revision (revisi-perbaikan) terhadap enam komponen bisnis Anda:

1. The way you think (cara Anda berpikir). Anda harus berpikir sebagai penantang, bukan sebagai juara. Tujuannya agar Anda dapat berpikir lebih keras untuk menjadi juara dengan mengumpulkan dan memilih pemikiran-pemikiran renovasi.

2. Your destination (tujuan akhir Anda). Tetapkan kembali tujuan dan apa yang Anda harapkan bagi perusahaan Anda dalam sekian puluh tahun ke depan.

3. Your competitive frame (kerangka atau ruang lingkup persaingan atau daya saing Anda). Apa saja situasi yang menjadikan Anda bersaing dengan pesaing Anda.

Ada yang mungkin tidak diperlukan (redundant) atau sebaliknya ada yang diperlukan tetapi selama ini tidak Anda lakukan (lack, neglected).

4. Your segmentation - How you think about customers (Segmentasi - apa yang Anda pikir tentang pelanggan atau pemakai produk atau layanan Anda).

Rencana atau program awal ketika produk diluncurkan bisa saja mengalami perubahan karena pelanggan dan pengguna produk Anda berbeda dari yang Anda pikirkan pada awal mulanya.

5. Your brand positioning (penempatan brand Anda di benak pelanggan dan pengguna).

Sama halnya dengan review yang dilakukan terhadap segmentation maka brand positioning kita juga perlu di-review apalagi dengan adanya counter-attack dari pesaing terutama market leader, bisa saja brand positioning Anda menjadi tidak tajam, melenceng dari tujuan.

6. Your customers brand experience (pengalaman pelanggan dan pengguna terhadap brand produk atau layanan Anda).

Ini adalah faktor yang paling penting yang banyak para pemasar mengabaikannya karena mereka terbius dengan success story melihat angka-angka sales yang menanjak terus. Pengalaman para pelanggan atau pengguna produk atau layanan Anda menjadi input atau feedback yang sangat penting untuk dan dalam menentukan baik positioning maupun segmentation ke depan.

Yang terpenting Anda terus menerus berpikir dan berusaha; jika tidak melakukan “inovasi”, setidaknya “renovasi,” jangan tanpa sama sekali agar produk dan atau layanan Anda tetap eksis dan terkesan tetap segar di pasar.

DR ELIEZER H HARDJO PH D, CM
Anggota Dewan Juri ReBi & Institute of Certified Professional Managers (ICPM)
(Koran SI/Koran SI/ade)

sumber:
 http://economy.okezone.com/read/2011/08/…

Pasemah

Oktober 16th, 2010

http://jemekite.com/index.php?option=com_content&task=view&id=69&Itemid=29

Melongok Masa Lampau di Bumi Pasemah PDF Cetak E-mail
Ditulis Oleh Alamsyah
FILM-film fiksi buatan Hollywood banyak yang bercerita tentang perjalanan seorang tokoh ke masa lampau. Dengan menggunakan mesin waktu, seorang tokoh bisa pergi ke masa ratusan atau ribuan tahun yang lalu. Tetapi, di Kabupaten Lahat dan Pagaralam, Sumatera Selatan (Sumsel), tak perlu mesin waktu untuk kembali ke masa lampau.

ANDA bisa menikmati suasana ribuan tahun lalu, berupa batu-batu besar yang banyak bertebaran di Bumi Pasemah. Pasemah adalah sebutan untuk kawasan Lahat, termasuk Pagaralam. Pagaralam saat ini menjadi daerah otonomi tersendiri.

Di tempat ini banyak ditemukan peninggalan masa lampau, tradisi megalit atau tradisi batu besar. Banyaknya peninggalan yang tersebar di hampir semua kecamatan di Bumi Pasemah Lahat dan Pagaralam, membuat suasananya begitu kental dengan nuansa zaman batu.

Selain berbagai peninggalan tradisi megalit yang banyak tersebar di sejumlah desa, suasana pedesaan dengan kebun kopi, rumah panggung, lembah Sungai Lematang dengan beberapa tebing tegak, dan jembatan gantung sederhana, semakin menjadikan suasana masa lampau yang sering digambarkan dalam film.

Pahatan paling terkenal adalah pahatan batu yang disebut Batu Gajah. Pahatan pada batu besar (monolit) ini berasal dari Kotaraya Lembak, Kecamatan Jarai, Kabupaten Lahat, Sumsel. Batu relief ini disebut Batu Gajah karena ada pahatan berbentuk gajah pada batu tersebut.

Batu Gajah berasal kawasan dekat Danau Bauty, tidak jauh dari kompleks Kubur Bilik Batu. Temuan Batu Gajah ini penting sebagai penentu umur dari berbagai temuan megalit di Pasemah yang diperkirakan berawal dari masa sebelum Masehi hingga awal-awal Masehi.

Batu Gajah sekarang menjadi koleksi Museum Balaputeradewa di Palembang. Relief di batu ini berupa pahatan yang secara nyata berbentuk gajah, babi bertaring panjang, dan dua tokoh manusia.

“PAHATAN-pahatan tradisi megalit di Lahat itu bersifat dinamis. Tidak seperti arca-arca lain yang biasanya diam, arca-arca di Lahat digambarkan sedang melakukan gerakan yang dinamis, seperti ibu menggendong anak, manusia berkelahi dengan hewan, atau manusia sedang mengendarai hewan,” kata Retno Purwanti, peneliti senior Balai Arkeologi Palembang.

Salah satu desa di Lahat yang menyimpan peninggalan tradisi megalit adalah Desa Karangdalam, Pulau Pinang, yaitu berupa sebuah menhir atau batu tegak berhias. Batu ini sekarang berada di halaman rumah salah seorang penduduk.

Hiasan pada menhir ini berupa pola garis-garis lengkung dan lubang-lubang kecil di permukaannya. Selain itu, terdapat pola-pola hias berbentuk segi tiga sama kaki dengan dilengkapi garis-garis tegak.

Menurut Retno Purwanti, gambar-gambar itu merupakan stilir dari bentuk kemaluan wanita dan mempunyai fungsi sebagai simbol kesuburan. “Lambang kesuburan biasa ditemukan pada masyarakat dengan budaya agraris,” katanya.

Sementara di Desa Tinggihari, Kecamatan Pulau Pinang, terdapat batu berupa tokoh manusia yang dipahatkan sedang mengendarai kerbau dan tangan kirinya memegang seorang manusia yang lebih kecil. Tokoh ini memakai topi dan di lengannya terdapat gelang.

Selain itu, juga ada menhir berukir yang dipahat dengan rapi, menggambarkan seorang tokoh yang mendukung anak kecil di bahunya dan menginjak tubuh manusia. Pahatan ini sekarang sudah aus dan pecah-pecah karena usia.

Di situs Tinggihari juga ada sebuah patung berupa seorang manusia yang sedang menunggang gajah. Terdapat tonjolan di atas kepalanya seperti sebuah penutup kepala.

“Kami menyebutnya patung imam,” kata Mahori, seorang penduduk Tinggihari. Penduduk di sekitar situs menyebut sejumlah arca di situs dengan nama “patung imam”.

Umumnya wajah arca-arca manusia di Tinggihari digambarkan berupa manusia kekar, posisi kepala agak maju. Wajahnya dipahatkan dengan bentuk wajah keras.

Hidung pesek, mata bulat, dan mulut lebar. Selain itu, biasanya arca-arca ini memakai gelang di tangan. “Kata orangtua kami, sebagian arca-arca itu dulunya untuk memuja arwah nenek moyang kami,” ujar Mahori.

Situs Tinggihari ini terdapat di sebuah bukit dengan lereng-lereng yang penuh dengan kebun kopi. Dari kawasan ini bisa dilihat bentang alam sekitar dan di kejauhan bisa dilihat puncak Gunung Dempo yang menjulang tinggi.

Untuk mencapai lokasi ini, dari Kota Lahat bisa ditempuh dengan mobil atau motor. Jalan beraspal dan mendaki di beberapa tempat sudah rusak.

DI Kecamatan Pagaralam ditemukan berbagai lukisan di dinding batu, selain arca-arca batu besar. Lukisan kubur batu di Tegurwangi, Pagaralam, menggambarkan binatang yang lidahnya terjulur dengan mata berbentuk bulat. Selain itu juga ditemukan lukisan tokoh wanita dengan gambar payudara yang menonjol.

Lukisan tersebut sudah berwarna, di antaranya warna merah, putih, kuning, dan hitam.

Di Desa Tegurwangi Lama ada pahatan pada batu yang disebut oleh penduduk sekitar sebagai Batu Selayar. Pahatan di batu ini berupa tokoh manusia dengan badan yang digambarkan tegap dengan bagian-bagian tubuh yang serba besar. “Sebagian pahatan mungkin merupakan simbol-simbol kosmik. Simbol- simbol pertemuan antara dunia atas dengan dunia bawah,” kata Retno.

“Tempat ini hanya ramai kalau musim panen kopi,” kata Syahrial, petani kopi di Tinggihari. Sebagai tempat wisata yang potensial untuk dikembangkan, situs-situs megalit ini memang belum digarap secara baik oleh Pemerintah Daerah Lahat. Tangan-tangan jahil juga menjadi “musuh” arca-arca tersebut, seperti goresan dan coretan di sejumlah arca.

Selain sebagai obyek wisata sejarah dan budaya, peninggalan tradisi megalit ini juga menjadi obyek penelitian sejumlah ilmuwan dari dalam dan luar negeri. “Banyak juga mahasiswa yang meneliti untuk skripsi,” ujar Retno.

Ke luar dari situs-situs megalitik di Bumi Pasemah seakan ke luar dari mesin waktu sehabis menjelajahi masa lampau. Akan terasa suasana seolah-olah baru kembali dari perjalanan ke masa lampau. Saat kembali ke hotel yang berada di Kota Lahat atau Pagaralam, suasana modern abad ke-21 pun kembali terasa. (B04)

============================
arsip alamsyah (sumber: teropong, kompas, Sabtu, 07 Juni 2003)

Sejarah Gumai

Oktober 16th, 2010
http://sejarah.fib.ugm.ac.id/artdetail.php?id=15
SEJARAH SINGKAT GUMAI [edisi pertama]
Oleh : adi ( adigumay01 at yahoo.com)
Artikel dibawah ini adalah karya Adi Gumay. Beberapa waktu yang lalu beliau mempertanyakan dan sekaligus mengusulkan mengapa selama ini kok belum ada mahasiswa atau sarjana sejarah yang tertarik untuk menulis mengena Sejarah Gumay [bisa dilihat dalam buku tamu]. Kemudian Admin menyarankan kepada beliau agar memperkenalkan Suku Gumai secara singkat dalam web ini untuk membuka cakrawala wacana historisnya kepada kita semua. Nah kali ini beliau benar-benar menulis mengenai Sejarah Suku Gumai seperti tertulis dibawah ini. Jika ada mahasiswa Jurusan Sejarah FIB UGM yang tertarik mengenai penulisan sejarah Suku Gumai silakan menghubungi Pak Adi Gumai. Selamat membaca…

SUKU GUMAI

Oleh: Adi Gumai

Suku Gumai adalah salah satu suku yang mendiami daerah di Kabupaten Lahat Provinsi Sumatera Selatan. Adapun penulisan suku Gumai saat ini lebih dikenal dengan sebutan/penulisan “GUMAY”. Suku Gumai bukan saja sebagai identitas diri seseorang dalam hal nama, akan tetapi juga merupakan identitas asal daerah, identitas daerah serta identitas keturunan. [P] Tidak semua orang yang menggunakan nama Gumai atau Gumay menetap di Gumai (dalam hal ini di Kabupaten Lahat), bisa saja orang/person yang menggunakan nama Gumai/Gumay, baik di depan ataupun dibelakang namanya adalah orang – orang yang seumur hidup tidak pernah melihat daerah Gumai/Gumay itu sendiri. Penggunaan nama yang di sandingkan didepan/dibelakang nama seseorang itu sendiri menunjukkan tepat asal, keturunan ataupun nama keluarga. Bisa salah satunya dan bisa juga ketiga – tiganya.

1.Wilayah dan Pemerintahan Adat

Wilayah :

Sebelum adanya Kota Lahat, Gumai merupakan satu kesatuan dari teritorial GUMAI, yaitu Marga Gumai Lembak, Marga Gumai Ulu dan Marga Gumai Talang. Marga merupakan kesatuan masyarakat hukum yang terkecil yang mempunyai sIstem hukum adat sendiri [berdasarkan adat Gumai]. Marga Gumai Lembak, Marga Gumai Ulu dan Marga Gumai Talang merupakan satuan masyarakat hukum yang terkecil yang berdasarkan ikatan darah (genealogis territorial), sebab seluruh warganya berasal dari satu keturunan tunggal. Setelah adanya kota Lahat, maka Gumai menjadi terpisah dimana Gumai Lembak dan Gumai Ulu menjadi bagian dari Kecamatan Pulau Pinang sedangkan Gumai Talang menjadi bagian dari Kecamatan Kota Lahat. Ini terjadi setelah adanya Undang – Undang No. 5 Tahun 1979 tentang Pemerintahan Desa. Berdasarkan UU no. 5 Tahun 1979 ini, dusun – dusun yang berada dibawah Marga, sekarang menjadi desa – desa yang berdiri sendiri yang pemerintahannya langsung dibawah Camat.

Pemerintahan Adat :

Pemerintahan di Gumai adalah Pemerintahan Adat, artinya bahwa pemerintahan diselenggarakan berdasarkan adat Gumai. Pemerintahan adat ini membidangi masalah semua usaha kesehatan dan kesejahteraan rakyat serta ketertiban dan keamanan umum lahir dan batin.

Susunan Pemerintahan Adat Gumai adalah :

1. Jurai Kebali’an Tugas utama dari Jurai Kebali’an adalah pewaris dan penerus silsilah Gumai menurut garis hukum kebapakan (Patrilinial). Jurai kebali’an merupakan kepala suku (kepala pemerintahan) masyarakat Gumai yang mendengar, menerima dan memperhatikan keluh kesah dan permohonan rakyat yang datang menghadap padanya serta memanjatkan do’a selamat , murah rezeki, kesehatan dan kesejahteraan kepada UKHANG KELAM (sebutan adat untuk Allah SWT atau Yang Maha Ghaib) dalam satu upacara adat. Selain itu tugas dari Jurai Kebali’an adalah mendengar laporan – laporan dari Jurai Tue mengenai perkembangan kesehatan dan kesejahteraan rakyatnya maupun kesulitan kehidupan rakyatnya.

Jurai Kebali’an juga mendengarkan dan memperhatikan perselisihan ataupun sengketa antara rakyatnya dalam semua hal dan mendamaikan perselisihan dengan jalan memberikan keadilan berdasarkan kebijaksanaan, kearifan dan pandangan kerohaniannya. Inti dari tugas dan fungsi Jurai Kebali’an adalah merupakan tempat bertanya, tempat mengadu dan tempat memutuskan serta tempat kembali kedusun (keasal keturunan). Pandangan kerohanian inilah yang menjadi ciri khas dan yang membedakan tugas dari Jurai Kebali’an dengan Jurai Tue dan Mimbar.

Penyebutan Jurai Kebali’an di jelaskan dalam salah satu buku adalah : Diasumsikan bila seseorang A (orang pertama) berbicara kepada B (orang kedua), sedangkan pewaris dan penerus silsilah Gumai merupakan C (orang ketiga). Maka penyebutan Puyang dari tadi kepada C memakai sebutan Jurai Kebali’an untuk pewaris silsilah tersebut. Puyang adalah sebutan umum untuk orang diatas kakek. Diatas saya ada orangtua/bapak, dan diatas Bapak ada Kakek/Nenek dan diatas Kakek/Nenek ada Puyang. Akan tetapi didalam masyarakat Gumai tidak dikenal sebutan Kakek. Yang ada adalah sebutan Nenek, untuk laki – laki adalah Nenek Lanang dan untuk perempuan adalah Nenek Betine.

Penyebutan dan penulisan nama asli dan juluk Jurai Kebali’an oleh orang – orang yang bukan Jurai Kebali’an sampai sekarang merupakan larangan keras menurut titipan dan wasiat turun temurun. Nama asli dari masing Jurai Kebali’an satu persatu hanyalah Jurai Kebali’an yang tahu dan berhak menyebutnya. Sedangkan gelar atau juluk yang juga sama saja, larangan keras, meski sampai sekarang sudah banyak yang diketahui orang – orang tertentu secara tidak resmi. Setiap Jurai kebali’an mempunyai riwayat sendiri – sendiri yang mencerminkan kelebihan dan kesitimewaan masing – masing Jurai Kebali’an. Setiap penerus garis keturunan Jurai Kebali’an adalah dari garis silsilah keturunan istri pertama Jurai Kebali’an.

2. Jurai Tue Jurai Tue adalah kepala Dusun. Tugasnya adalah mengurus seluruh kepentingan rakyat dusunnya serta menyelesaikan persengketaan kecil – kecil diantara rakyatnya. Bila suatu permasalah tidak terselesaikan atau tidak ada jalan keluarnya, maka permasalah tersebut akan disampaikan kepada Jurai Kebali’an. Tiap dusun ada Jurai Tue-nya sendiri – sendiri. Contoh dari tugas Jurai Tue adalah mengurusi masalah bercocok tanam, mencari hutan baru untuk berladang, mengurusi kematian, kelahiran, perkawinan, kesehatan, perumahan dan lain – lain.

3. Mimbar adalah suatu kedudukan dan martabat yang paling rapat secara pribadi lahir dan batin pada kedudukan dan martabat Jurai Kebali’an. Mimbar bertugas serbaguna tergantung kondisi atau kepentingan. Mimbar dapat bertugas sebagai sebagai pengawal pribadi Jurai Kebali’an, dapat bertugas sebagai kurir (utusan) dan dapat pula bertugas sebagai sekretaris pribadi. Inti dari tugas Mimbar adalah meliputi segala hal menyangkut penjagaan keamanan dan mengurus keperluan Jurai Kebali’an. Pada seluruh wilayah Gumai hanya ada 8 Mimbar. Mimbar bergerak/bertugas hanya atas perintah (ataupun segala inisiatif/kehendak hatinya mendapat restu) dari Jurai Kebali’an. Tanpa restu hasil yang didapat/terjadi hanya kebinasaan dan kena’asan yang akan ditemui yang disebut TALU Baik Jurai kebali’an, Jurai Tue dan Mimbar, penentuan jabatannya tidak berdasarkan pemilihan, melainkan berdasarkan adat tradisi. Kedudukan Jurai Tue ditentukan berdasarkan peneropongan rohani. Dan kedudukan Mimbar diperoleh berdasarkan pilihan atau “AMBI’AN”. Sekali dijabat/dipegang oleh satu orang maka kedudukan itu akan diturunkan untuk diteruskan kepada anak laki – laki yang tertua atau yang dituakan yang ditunjuk serta di tetapkan secara adat dari keturunan Jurai Tue dan Mimbar tersebut.

Dahulu seluruh anggota masyarakat suku Gumai berhimpun hidup dalam satu masyarakat hukum yang disebut Marga. Didalam pemerintahan terdapat dua kepala pemerintahan yagn hidup berdampingan, yaitu Kepala Suku atau Jurai Kebali’an atauImam dan Kepala Marga atau Depati atau Pasirah. Begitu pula di Dusun, dalam suatu dusun, Jurai Tue sebagai Tua Dusun dan Kerie sebagai Kepala Dusun. Perbedaan pokok dari Jurai Kebali’an dan Kepala Marga adalah bahwa Jurai kebali’an tetap menguasai seluruh suku dan tidak terpengaruh oleh wilayah pemerintahan. Sedangkan Kepala Marga hanya menguasai Marga-nya saja, untuk masing – masing Marga terdapat Kepala Marga-nya sendiri – sendiri. Perbedaan lainnya antara Kepala marga dan Kepala Dusun dengan Kelapa Suku (Jurai kebali’an) dan Tua Dusun (Jurai Tue) adalah bahwa Kepala Marga dan Kepala Dusun dipilih berdasarkan pemilihan. Walaupun terpisah, dalam pemerintahan Marga, akan tetapi pemisahan ini bersifat horizontal dan Kepala marga masih tetap tunduk dibawah Kepala Suku.

2. Etnik, Bahasa dan Kebudayaan Etnik :

Gumai merupakan satu dari sekian banyak suku bangsa di Indonesia, yaitu suku Gumai. Suku Gumai serumpun dengan suku Besemah dan suku Semidang. Bahasa : Bahasa Gumai dikenal dan disebut sebagai Bahasa Lematang. Aksara yang dipakai adalah aksara KE-GE-NGE (huruf rincung) atau yang dikenal umum sebagai surat ulu. Kebudayaan : Kebudayaan Gumai tercermin pada tari – tarian, nyanyian dan sastra lisan (guritan dan pantun bersahut) serta pencak silat. Alat musik yang dikenal adalah ginggung, serdam, rebab, kenung, gong dan sebagainya Kehidupan : Kehidupan masyarakat Gumai bersifat gotong royong dalam usaha – usaha pertanian dan usaha – usaha kemasyarakatan lainnya dan termasuk dalam pola kehidupan suku berpindah dizamannya. Mata Pencarian : Mata Pencarian masyarakat Gumai dizaman dahulu masih sangat tradisional yang meliputi perladangan darat dan persawahan serta berburu. Adat : Adat Meminang Gadis Adat Menegakkan harta Pusaka Agama : Dari asal muasal sampai dengan keturunan sekarang adalah ISLAM.

3. Sejarah dan Mithologi Sejarah Gumai tidak bisa dipisahkan dari mythology bahkan boleh dikatakan sejarah Gumai merupakan perkembangan dari suatu mythos. Sejarah Gumai berawal dari Diwe Gumai yang merupakan cikal bakal suku Gumai yang membentuk silsilah keturunan tak terputus. Suatu silsilah berdasarkan hukum kebapakan (Patrilinier)

4. Upacara Ritual (spesifik) Upacara ritual yang spesifik ini berupa penyelenggaraan adat sedekah malam malam empat belas. Adat ini dilakukan secara tetap tiap bulan yaitu setiap tanggal 14 menurut perhitungan peredaran bulan. Upacara adat malam 14 ini diselenggarakan dengan sesajen tradisional yang terdiri dari Bubur Malam 14,Bubur Biasa, Apam, Lemang, Punjung Telur, Daun Sirih, Daun Gambir, Kapur Sirih, Ayam Putih Kuning, Ayam Putih Pucat dan cangkir – cangkir berisi air jernih. Adat sedekah malam empat belas menunjukkan suatu komunikasi tetap, teratur dan tradisional antara Jurai Kebali’an yang sedang memegang pimpinan Gumai dengan ZAT YANG MAHA TINGGI.

Komunikasi ini tradisional sifatnya, sesuai dengan petunjuk dan wasiat dari Jurai Kebali’an yang dulu – dulu secara turun temurun, dan karena hal inilah terjadinya adat. KESULITAN : Kesulitan yang dihadapi oleh suku Gumai adalah :

1. Keterangan Waktu (When) Mengenai keterangan waktu adalah point penting yang masih bisa dan harus digali oleh semua keturunan Gumai dan oleh para ahli sejarah serta peneliti yang berminat pada Sejarah Gumai.

2. Keterangan Peristiwa (What) Mengenai sebuah keterangan berita pada masa kemerdekaan/ masa penjajahan Belanda masih dapat ditemukan pelaku sejarah, meskipun sangat sulit. Akan tetapi jika akan mencari keterangan peristiwa yang semakin naik keatas secara vertikal dalam garis keturunan Gumai. Akan dijumpai bermacam versi keterangan antara keterangan/data yang satu dengan keterangan/data yang lainnya terkadang saling bertentangan. Dan masih pula harus memisahkan apakah sumber keterangan/data ini termasuk sumber pelaku peristiwa ataukah hanya pendengar peristiwa. Yang kadang membingungkan dan banyak terjadi di masyarakat Indonesia adalah seorang pendengar disuatu saat dapat naik tingkatan menjadi pelaku dari suatu peristiwa dengan berbagai macam motivasi/ tujuan yang berbeda pula, misalnya untuk menunjukkan bahwa si pencerita itu pintar atau untuk membesarkan ranting keturunan mereka dan sebagainya. Terkadang pula dalam melakukan suatu penelitian sejarah Gumai harus juga bisa memisahkan antara sejarah,mythos/legenda dan kabar angin (omong kosong yang dibesar – besarkan) .

3. Keterangan Tempat (Where) Keterangan Tempat masih sedikit bisa diyakini adanya sampai pada batas – batas tertentu. Ada banyak tempat yang dapat di selidiki/ diteliti oleh para peneliti dan ahli sejarah yang berminat, misalnya artefak dan peninggalan sejarah lainnya

4. Keterangan Pelaku (Who) Sama seperti keterangan pelaku, sangat sulit dibuktikan dengan standar ilmu sejarah. Jika hanya untuk penulisan, sangat banyak versi yang harus kita saring!

5. Keterangan Sebab Akibat (Why)

6. Keterangan Kronologis suatu peristiwa (How)

7. Tradisi Adat Yang Masih Terjaga Dalam hal ini, salah satunya adalah Penyebutan Nama Asli dari Tokoh inti suku Gumai,Jurai Kebali’an, yang masih tetap dijaga karena merupakan LARANGAN KERAS Setelah semua kesulitan dari suku Gumai/Gumay itu sendiri dapat diatasi, maka akan lengkaplah suatu sejarah dari suku Gumai. Pedoman Penyelidikan/penelitian yang berpedoman pada 5W1H (When,where, what, who, why, dan How) ini, menurut guru spiritualku, Mr. Sherlock Holmes, adalah sesuatu yang merupakan tali temali dari benang kusut yang dapat membantu simpul –simpul kelabu dalam mengungkap suatu sejarah. Atau seperti guru spiritualku yang kedua, Miss. Marpel, adalah dengan memahami karakteristik suatu daerah atau seseorang, terkadang kita dapat menemukan jawabannya ataupun mendapatkan hasil dari sesuatu yang terduga.

Jika dalam hal masa zaman penjajahan, adalah sangat dekat masanya dan masih dapat dilacak data/fakta yang masih dapat dipertnggungjawabkan secara ilmiah atau secara keilmuan. Caranya bisa dengan melakukan observasi ke daerahnya langsung, bisa juga dengan mengunjungi perpustakaan Belanda yang terkenal lengkap dan bisa juga dengan mencari/membaca buku yang banyak ditulis oleh orang – orang yang termasuk dari garis keturunan suku Gumai yang perduli terhadap Gumai. Atau bisa juga dengan membaca kisah perjuangan suku lainnya yang berdekatan dengan Suku Gumai/Gumay, misal Suku Besemah/Pasemah, Suku Semidang, Suku Lintang, Suku Semendo dan suku lainnya. Akan tetapi, bagaimana jika kita akan melacak garis sejarah vertical sampai ke asal muasal (dalam hal ini Diwe Gumai)?

Dalam salah satu buku yang saya baca, ada 2 cara yang dapat dipakai :

1. Dengan perhitungan per 25 tahun setiap generasi (perhitungan umum) Jika cara ini dipakai, maka akan sampailah kita pada zaman keruntuhan Kerajaan Sriwijaya. Terutama dengan didasarkan mitos asal muasal keturunan Suku Gumai yang pertamakali berawal dari Bukit Siguntang. Apakah Diwe Gumai pada khususnya dan masyarakat Gumai pada umumnya ada hubungannya dengan Kerajaan Sriwijaya? Dalam mitos suku Gumai tidak pernah ada cerita yang menghubung – hubungkan dengan Kerajaan Sriwijaya. Menurut buku yang saya baca, jika dihitung per 25 tahun suatu masa kepemimpinan dari Jurai Kebali’an maka akan didapat tahun Jurai kebali’an pertama adalah ± 650 tahun yang lalu. Ada apa di tahun – tahun tersebut?

Sementara sumber dari internet didapatkan dari beberapa situs yang menyatakan bahwa tahun 1290 – 1377 merupakan tahun Keruntuhan Kerajaan Sriwijaya. Akan tetapi, menurut Marpel, mungkin saja itu terjadi dan benar adanya mengingat Bukit Siguntang adalah tempat sakral pada zamannya dan masa kemunculan Diwe Gumai yang bertepatan dengan masa – masa keruntuhan Kerajaan Sriwijaya. Ditambah lagi perjalanan dari Diwe Gumay, jika di dengar dari mitos yang ada adalah selalu bergerak ke hulu atau dengan kata lain menjauhi peradaban. Mr. Sherlock Holmes sendiri membantah komentar Murpel, sebab katanya, semua itu haruslah memenuhi prinsip dasar H5S1 yang biasanya beliau terapkan. Tertarik ?

2. Dengan perbandingan zaman dengan bagian - bagian sejarah Indonesia Cerita pertamanya dari asal muasal suku Gumay adalah dari bukit Siguntang. Ada pula mitos yang menyebutkan kunjungan dan cenrdamata dari kerajaan Majapahit salah satu Jurai Kebali’an terhadap Kerajaan Majapahit. Penggalian keabsahan cerita/dongeng/mitos tentang hubungan dengan Majapahit ini dinyatakan mendapat oleh – oleh/kenangan dari Raja Majapahit berupa benda – benda yang disakralkan yang belum pernah di teliti oleh peneliti manapun.

Ada juga cerita tentang penyebutan tempat lain, Lampung. Tertarik? Referensi Data : Sampai dengan saat ini, baru ada 2 karya tulis tentang Sejarah Gumai/Gumay yang saya miliki sebagai sumber pengetahuan. Akan tetapi diantara kedua buku itu sangat memiliki perbedaan yang sangat mencolok. Satu buku berjudul Gumai Perang Melawan Belanda karya Rustam Effendi dari Gumai Talang dan buku berjudul Tenggapan Terhadap Tulisan Berjudul Gumay Perang Melawan Belanda karya Satria U.S Gumay.SH dari Gumai Lembak.

Dua buku yang saya sebutkan diatas tidak diperdagangkan, sebab hanyalah buku panduan/pedoman bagi keturunan suku Gumai secara global. Kedua buku ini, meskipun menceritakan sejarah suku Gumai, akan tetapi memiliki perbedaan yang sangat mencolok dalam hal motivasi penulisan. Hal ini dapat dilihat pada kata pengantar yang dibuat oleh masing – masing penulis. Buku yang pertama, seperti diakui penulisnya, kaya akan kisah tetapi miskin bukti sejarah (dalam hal ini, bukti sejarah yang bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah). Sedangkan buku yang kedua menyatakan bahwa suku Gumai tidak miskin bukti sejarah serta membantah hampir 50% isi buku pertama dengan menampilkan sesuatu yang berbeda dan mengedepankan wilayah/marga tertentu dan menolak marga lainnya.

Dua buku yang sama – sama menceritakan satu pokok pembahasan yang sama dengan versi yang brbeda, menarik untuk dikaji, dan dijadikan referensi awal. Buku Gumai Perang Melawan Belanda menyajikan seputar kehidupan masyarakat suku Gumai dan mempunyai misi utama untuk mengangkat sejarah tokoh perjuangan dari suku Gumai menjadi tokoh perjuangan Nasional.  Sedangkan buku Tanggapan Terhadap Tulisan Berjudul Gumai Perang Melawan Belanda menyajikan bantahan seputar tokoh perjuangan dan versi cerita yang berbeda mengenai sejarah awal tentang asal mula kehidupan muasal Gumai, dalam hal ini Diwe Gumai.

Saya juga pernah mendengar bahwa dari Jepang pernah ada seorang yang mengadakan penelitian untuk tesis Sejarah dan Budaya tentang Gumai. Hanya yang saya ketahui, peneliti ini tidak dalam hal meneliti tahun – tahun peninggalan sejarah dan lainnya secara spesifik. Kalau dari Indonesia sendiri, BELUM ADA SATUPUN. Semoga rintisan awal ini membangkitkan minat dari disiplin ilmu yang membidanginya, Wassalam,

Artikel, 03 Desember 2007

Batu Kapak

Oktober 16th, 2010

http://hurahura.wordpress.com/2010/09/20/kapak-batu-kuno-ditemukan-di-pagaralam/

 Posted in Lahat || No Comments »

Situs Megalitikum

Oktober 16th, 2010

http://hurahura.wordpress.com/2010/08/17/situs-sejarah-kabupaten-lahat-siap-kelola-aset-megalitikum/

Kompas, Jumat, 13 Agustus 2010 – Pemerintah Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, mendesak pemerintah pusat agar memberikan izin pengelolaan situs megalitikum yang tersebar di lebih dari enam kecamatan. Jika izin diberikan, Pemkab Lahat berencana membangun museum megalitikum serta menjadikan sebagai aset unggulan di sektor pariwisata sejarah.

Hal itu disampaikan Bupati Lahat Syaifuddin Aswari di Palembang, Kamis (12/8). Dia menilai, pengelolaan aset sejarah megalitikum yang selama ini dilakukan Badan Pengembangan Kebudayaan dan Pariwisata, Deputi Bidang Pelestarian dan Pengembangan Budaya, Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3), belum maksimal.

“Pengelolaan situs megalitikum selama ini hanya mempertimbangkan aspek orisinalitas lokasi, pendataan, silsilah peninggalan, dan lainnya. Menurut saya, tidak seharusnya berhenti sampai di situ,” katanya.

Syaifuddin Aswari menilai, amat sayang jika benda-benda peninggalan purbakala yang usianya diperkirakan 4.000 tahun tidak diperhatikan secara serius. Apalagi, sampai sekarang ribuan batu megalitikum itu hanya tergeletak secara menyebar.

“Oleh karena itu, saya meminta pemerintah pusat memberikan respons atas tiga kali pengiriman surat kami. Biarkan kami mengelola secara profesional sebelum ribuan peninggalan megalitikum itu rusak. Jangan khawatir soal dana karena ada dukungan pemerintah dan pengusaha serta penghasilan Lahat dari tambang batu bara,” katanya.

Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Lahat, aset peninggalan megalitikum tersebar di wilayah Lahat, Tinggi Hari, Pulau Pinang, Kota Agung, Merapi, Jarai, Fajar Bulan, Mulak Ulu, Pagar Gunung, Tanjung Sakti, Pendopo, Muara Pinang, Ulu Musi, Tegur Wangi, Tanjung Aro, Talang Tinggi, dan Belumai.

Adapun jenisnya berupa arca, kubur batu (nisan), menhir (batu tiang), batu berlubang (rumah batu), dan dolmen (meja batu). Sebagian besar peninggalan peradaban Dongson tersebar tak hanya di Kabupaten Lahat, tetapi juga di Kota Pagar Alam.

Menurut Safran, Kepala Subdinas Seni Budaya Dinas Pariwisata Kabupaten Lahat, situs yang paling sering dikunjungi adalah Megalitikum Tinggi Hari di Desa Tinggi Hari, Kecamatan Pulau Pinang. Ada pula Megalitikum Batu Tiang Enam di Desa Pajar, Kecamatan Tanjung Sakti, serta Megalitikum Batu Macan di Kecamatan Pulau Pinang, Desa Pagar Alam Pagun.

Bupati menambahkan, jika nanti izin diberikan, pemkab sudah punya rencana khusus untuk mengelola kawasan itu menjadi tempat wisata. Saat ini, pemkab memiliki dana Rp 1 triliun untuk membangun museum megalitikum. (ONI)

SEJARAH SMP SANTO YOSEF

Maret 18th, 2009

http://lahat.tarakanita.or.id/node/83

SEJARAH SMP SANTO YOSEF

Sejarah SMP Santo Yosef

Kota Lahat adalah sebuah kota kecil terletak di tengah-tengah daerah Sumatera Selatan. Pada masa penjajahan belanda, kota ini merupakan pusat perbengkelan PT Kereta Api Indonesia yang dulu disebut Jawatan Kereta Api, dimana orang-orang yang berkarya di situ merupakan “bedhol deso” dari tanah Purworejo. karenanya suasana jawa lebih hidup pada waktu itu. Di sisi lain sungai Lematang, salah satu sungai besar dan sangat luas, berkelok-kelok menyusuri sepanjang kota Lahat dan dibelah oleh jembatan gantung yang sangat panjang, membentang di sebelah pinggiran barat kota. Dari situ nampaklah Gunung Serelo, yang sosoknya  menyerupai telunjuk jari menjulang tinggi di langit, dengan dilatarbelakangi Bukit Barisan yang berderetan, merupakan keindahan alam khas Lahat yang mempesonakan.

Sejak bulan September 1933, seorang Misionaris asli Belanda pastor Hogeboom SCJ menetap di Lahat, dan membuka HGS. Ordo SCJ sudah berulang meminta agar suster-suster Ordes de Bogen menyanggupi bantuannya untuk berkarya di Lahat.

Pada tanggal 21 Mei  1936 bertolaklah lima suster CB dari Maastricht negeri Belanda. Dua diantaranya akan berkarya di Sumatera Selatan. Empat orang suster bertolak dari Tanjung Priok menuju Tanjung Karang terus langsung naik kereta api menuju Lahat. Tanggal 3 Juli 1936, mereka tiba di Lahat. Pada bulan Juli itu juga para suster misionaris telah mulai berkarya menangani sebuah HGS yang ada.

Untuk sementara waktu, rumah sekolah masih merupakan rumah sewaan, karena belum mempunyai gedung sendiri. Bahwa dengan HGS saja misi belum bisa mencapai banyak. Maka Muder Laurensia mengajukan gagasan membuka sekolah MULO (setingkat SMP) di Lahat. MULO dimaksudkan untuk menampung para lulusan HGS dari Bengkulu dan Lahat.
MULO dibuka dan diresmikan pada tangga 1 Agustus 1938. Pada waktu MULO ini dibuka sudah ada 40 orang murid. Mereka datang dari daerah sekitar Lahat dan Bengkulu. Perintis sekolah MULO adalah Sr.Laurentia de Sain, Sr. Chatarina Liedmeier dan Sr. Olga Polis.
Sekolah ini berjalan dengan baik sampai pecah Perang Pasifik. Dalam masa pendudukan Jepang sekolah ini terpaksa ditutup karena Ssuster-suster harus masuk kamp tahanan. Pada tahun 1948, Pimpinan Umum Tarekat, Muder Emmanuel, datang ke Indonesia dan beliau meninjau Sumatera bersama Muder Laurentia untuk merencanakan pembukaan kembali sekolah milik Tarekat di Sumatera Selatan. Dalam satu tahun kompleks Santo Yosef telah selesai dibangun kembali. Karya pendidikan yang semula berbentuk HGS dibuka kembali dan menjadi SD dan SMP.

Dari tahun ke tahun jumlah siswa semakin bertambah, sehingga ruang belajar dirasa kurang, Maka tahun tujuh puluhan dibangunlah empat ruang belajar. Pada tanggal tgl 26 Desember 1982 seiring dengan perubahan kebijakan pemerintah menyangkut penyelenggaraan pendidikan, dibentuklah Yayasan Carolus Borromeus yang mewadahi seluruh lembaga pendidikan yang bernaung dalam pelindung Santo Yosef. yaitu TK-SD-SMP dan SMA Santo Yosef dengan kepala Yayasannya Suster Surani CB. Pada tahun 2003 bersamaan dengan perubahan kebijakan tentang yayasan, maka yayasan Carolus Borromeus dimerger dengan yayasan Tarakanita yang nota bene keduanya dikelola oleh para suster Cinta Kasih Borromeus ( CB)
Hingga kini dalam usia yang ke 71 Th ( tahun 2009), banyak hal terlh berubah dengan cepat. Perubahan dalam dunia pendidikan memaksa sekolah Santo Yosef untuk berbenah diri, meski demikian tetap mengedepankan nilai-nilai pembentukan pribadi utuh dan berbela rasa dalam bingkai hidup relegi yang mendalam.

 

Sejarah SMA Santo Yosef Lahat

Maret 18th, 2009

http://lahat.tarakanita.or.id/node/79

Sejarah SMA Santo Yosef

Kota Lahat terletak di tengah-tengah daerah Sumatera Selatan. Kota ini konon merupakan pusat perbengkelan Perum Kereta Api, karenanya suasana lebih hidup pada waktu itu. Sungai Lematang yang sangat luas, dengan jembatan gantung yang sangat panjang,membentang di sebelah pinggiran barat kota. Dari situ nampaklah Gunung Serelo seperti jari telunjuk  menjulang tinggi, dengan dilatarbelakangi Bukit Barisan yang berderetan, merupakan keindahan alam khas Lahat yang mempesonakan.
Sejak bulan September 1933, pastor Hogeboom SCJ menetap di Lahat, dan membuka HGS. Ordo SCJ sudah berulang meminta agar suster-suster Order de Bogen (suster CB) meangani karya ini, dan akhirnya para suster menyanggupi untuk berkarya di Lahat.
Pada tanggal 21 Mei  1936 bertolaklah lima suster CB dari Maastricht negeri Belanda. Dua diantaranya akan berkarya di Sumatera Selatan. Empat orang suster bertolak dari Tanjung Priok menuju Tanjung Karang terus langsung naik kereta api menuju Lahat. Tanggal 3 Juli 1936, mereka tiba di Lahat. Pada bulan Juli itu juga para suster misionaris telah mulai berkarya menangani sebuah HGS yang ada.
Untuk sementara waktu, rumah sekolah masih merupakan rumah sewaan, karena belum mempunyai gedung sendiri. Bahwa dengan HGS saja misi belum bisa mencapai banyak. Maka Muder Laurensia mengajukan gagasan membuka sekolah MULO (setingkat SMP) di Lahat. MULO dimaksudkan untuk menampung para lulusan HGS dari Bengkulu dan Lahat.
MULO dibuka dan diresmikan pada tangga 1 Agustus 1938. Pada waktu MULO ini dibuka sudah ada 40 orang murid. Mereka datang dari daerah sekitar Lahat dan Bengkulu. Perintis sekolah MULO adalah Sr.Laurentia de Sain, Sr. Chatarina Liedmeier dan Sr. Olga Polis.
Sekolah ini berjalan dengan baik sampai pecah Perang Pasifik. Dalam masa pendudukan Jepang sekolah ini terpaksa ditutup karena Suster-suster harus masuk kamp tahanan. Pada tahun 1948, Pimpinan Umum Tarekat, Muder Emmanuel, datang ke Indonesia dan beliau meninjau Sumatera bersama Muder Laurentia untuk merencanakan pembukaan kembali sekolah milik Tarekat di Sumatera Selatan. Dalam satu tahun kompleks Santo Yosef telah selesai dibangun kembali. Karya pendidikan yang semula berbentuk HGS dibuka kembali dan menjadi SD dan SMP.
Makin hari, dirasa kebutuhan jenjang yang lebih tinggi yaitu jenjang SMA, untuk menampung siswa SMP semakin mendesak, karena siswa-siswi yang lulus dari SMP Santo Yosef belum bisa tertampung.  Mereka akhirnya harus melanjutkan ke luar Lahat, baik di Palembang maupun di pulau Jawa.  Sedangkan bagi siswa-siswi yang kurang mampu akhirnya mereka tidak dapat melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi.  Melihat kenyataan ini, para Suster mencoba untuk meminta izin dari dinas setempat untuk mendiirikan sebuah SMA, tetapi izin belum akan diberikan kalau SMA Negeri belum ada.  Sr. Marie Tarsis, CB. akhirnya memberanikan diri untuk mendirikan SMA Negeri 1, beberapa tahun kemudian tepatnya pada tanggal 19 Januari 1967 akhirnya berdirilah SMA Santo Yosef dan langsung menempati gedungnya yang baru.  
Dari tahun ke tahun jumlah siswa semakin bertambah, di samping itu tantangan dunia pendidikan semakin besar, namun para suster beserta seluruh guru dan karyawan mengupayakan pendampingan bimbingan kepada para siswa sesuai dengan kebutuhan jaman.

Cinta Banget

Maret 3rd, 2009

Cara Mengirimkan Tulisan:

  1. Peserta harus mengirimkan url (alamat) tulisan ke email adminblog[at]staff.detik.com dengan Subject: CINTA BANGET.
  2. Dalam email tersebut peserta mencantumkan:
    • Nama
    • Nomor KTP
    • Jenis Kelamin
    • Usia
    • Alamat
    • Dua nomor telepon yang bisa dihubungi
  3. Dengan mengirimkan email ikut serta pada kontes ini, peserta otomatis menyatakan kalau tulisan yang dikirimkannya adalah asli karya sendiri bukan merupakan hasil plagiat.